IMUNISASI PADA BAYI DAN BALITA

pekan-imunisasiSurabaya, eHealth. Imunisasi merupakan bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam menurunkan Angka Kematian Bayi dan Balita. Dengan imunisasi, berbagai penyakit seperti dapat dicegah. Misalnya, TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Poliomyelitis, dan Campak.

Sayangnya, kebanyakan masyarakat belum sadar akan hal tersebut. Mereka tidak mengimunisasikan bayinya karena berbagai sebab, sehingga masih ada kemungkinan Balita yang dapat tertular Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Berdasarkan data pemantauan wilayah setempat (PWS), meski cakupan semua jenis imunisasi sudah melebihi 80 persen, tetapi secara keseluruhan belum mencapai 100 persen (selengkapnya lihat grafis). Selain itu, cakupannya juga belum merata. ’’Masih ada beberapa daerah yang cakupannya di bawah 80 persen,’’ ujar dr. Ina Aniati, Kabid P2P&HS Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

Melihat data tersebut, artinya imunisasi belum menjangkau semua sasaran. Dengan kata lain masih banyak Balita yang belum terlindungi dengan vaksin. Sehingga, bila ada kasus penyakit PD3I yang masuk ke wilayah Surabaya, maka Balita yang belum lengkap imunisasinya kemungkinan besar bisa tertular. ’’Untuk perlindungan menyeluruh, semua sasaran harus mendapatkan imunisasi lengkap,’’ tegasnya.

Selama tahun 2007 lalu, setidaknya ada 22 kasus PD3I. Satu diantara anak yang terkena penyakit tersebut meninggal. Ini menunjukkan bahwa imunisasi sangat penting untuk mencegah penyakit dan menurunkan resiko kematian pada Balita.

Pentingnya pemberian imunisasi dapat dilihat dari banyaknya Balita yang meninggal akibat PD3I. Data WHO menunjukkan bahwa setiap tahun, setidaknya 1,7 juta anak meninggal karena penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin yang sudah tersedia. Hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi karena penyakit-penyakit tersebut bisa dicegah dengan imunisasi. Karena itulah, untuk mencegah Balita menderita beberapa penyakit yang berbahaya, imunisasi pada bayi dan Balita harus lengkap serta diberikan sesuai jadwal. ’’Kebanyakan orang masih lupa mengimunisasikan bayinya, apalagi imunisasi Campak, karena pemberiannya saat bayi berusia 9 bulan,’’ ujarnya.

Pemberian imunisasi harus dilakukan secara tepat. Orang tua harus mengetahui mengapa, kapan, dimana dan berapa kali anaknya mendapatkan imunisasi. Orang tua juga harus mengetahui bahwa pemberian imunisasi aman bagi anak, bahkan saat anak sedang sakit ringan, mempunyai cacat fisik/mental atau mengalami malnutrisi (kekurangan gizi). (cie)


About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: